https://jesl.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/issue/feed Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) 2022-10-16T20:11:45+07:00 Adi Firmansyah af@careipb.or.id Open Journal Systems <p>Jurnal CARE (Jurnal Resolusi Konflik, CSR, dan Pemberdayaan) merupakan jurnal yang berisi artikel-artikel yang meliputi hasil-hasil penelitian, analisis kebijakan, dan kajian literatur tentang resolusi konflik, penyuluhan pembangunan, pengembangan masyarakat/CSR, serta hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat.</p> https://jesl.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/43536 Collaborative Governance In CSR: Praktik CSR PT Pertamina Patra Niaga FT Maos Dalam Program Mernek Jernek 2022-10-09T22:26:41+07:00 Jurnal CARE CARE care@careipb.or.id Faries Fardian Anggoma faries.anggoma@pertamina.com <p>Program Mernek Jenek merupakan Program CSR yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maos. Program ini berangkat dari permasalahan urbanisasi di Desa Mernek dan potensi pertanian, perikanan, peternakan dan sumber daya alam yang melimpah tetapi tidak ada SDM penunjang. Melihat adanya masalah sosial dan potensi penghidupan berkelanjutan tersebut, maka dibentuklah program Mernek Jenek, yang dalam Bahasa Jawa <em>jenek</em> artinya betah sehingga diharapkan dengan adanya program ini, masyarakat bisa bekerja di Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Program <em>Corporate Social Responsibility </em>Mernek Jenek di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap hasil sinergitas antara warga, Pemerintah Desa Mernek dengan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maos. Metode Penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data <em>purposive sampling</em> kepada aktor kunci serta observasi dan studi dokumentasi. Lokus penelitian ini berada di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Hasil penelitian dari artikel ini menyatakan bahwa proses kolaborasi program CSR PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maos antara perusahaan, pemerintah Desa Mernek dan Kelompok Mernek Jenek terjalin dari tahap perencanaan, implementasi sampai monitoring dan evaluasi sesuai dengan peran dan kepentingan dari masing-masing <em>stakeholder.</em> Dari kolaborasi tersebut memunculkan keberhasilan program yang diukur menggunakan s<em>ustainable compass, </em>meliputi segi <em>nature</em>, <em>economy, social</em> dan <em>wellbeing </em>dan perhitungan SROI sebesar Rp 1,23<em>.</em> Selain itu, Program Mernek Jenek juga berhasil mendapatkan berbagai macam penghargaan dari tingkat kabupaten hingga nasional.</p> <p>Kata Kunci: Collaborative Governance, CSR, Pemberdayaan Masyarakat, Stakeholder.</p> 2022-10-09T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) https://jesl.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/43537 Teknologi Pengolahan Air Bersih Pada Program Water Supply System (WSS) Desa Saliki 2022-10-09T22:19:22+07:00 Jurnal CARE CARE care@careipb.or.id Yulia Puspadewi Wulandari yuliawulandari@apps.ipb.ac.id Naomi Shinta Pasila naomi.pasila@pertamina.com <p>Desa Saliki Kecamatan Muara Badak merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara yang memiliki masalah dalam penyediaan kebutuhan air bersih. Teknologi pengelolaan air bersih di WSS Desa Saliki meliputi tahap penjernihan, desinfeksi hingga filtrasi. Bahkan saat ini WSS Saliki juga dilengkapi dengan unit penyediaan jasa air minum <em>Reverse Osmosis</em> (RO) memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.&nbsp;Penerapan berbagai teknologi pengolahan air bersih pada WSS Saliki dilakukan dalam rangka penyediaan kualitas air bersih yang layak bagi masyarakat Desa Saliki. Kajian terhadap teknologi pengolahan air WSS Saliki bertujuan (1) Memberikan gambaran teknologi pengolahan air di WSS Saliki dan (2) Mengukur dampak pengolahan air WSS Saliki. Terdapat enam tahapan dalam proses pengolahan air bersih di WSS Saliki yaitu pengadaan air, penampungan, desinfeksi, penjernihan dan penyaringan. Proses penjernihan dilakukan dengan metode aerasi, filtrasi dan sedimentasi. Hasil uji laboratorium Kesehatan Provinsi Kaltim menunjukkan kualitas air WSS Saliki telah memenuhi standar air layak konsumsi.&nbsp; Teknologi pengolahan air WSS Saliki telah mampu menurunkan kadar Fe dalam air tanah hingga mencapai nilai akhir sebesar 0,019 mg/l (hasil uji lab. Kesehatan Prov. Kaltim, 2021).</p> <p>Kata kunci: Air bersih, teknologi pengolahan air, WSS Saliki, Muara Badak</p> 2022-10-09T22:14:53+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) https://jesl.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/43529 Inovasi Budidaya Lebah Kelulut Menuju Eduwisata Unggul Di Desa Sangatta Selatan, Kec. Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur 2022-10-09T22:19:23+07:00 Jurnal CARE CARE care@careipb.or.id Noor Aisyah Amini aisyahamini07@gmail.com Husnawati Djabbar husnadjabbar91@gmail.com Luthfi Kurniawan Joshi luthfi.joshi@pep.pertamina.com <p>Warga Desa Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, telah lama memperoleh manfaat dari madu lebah kelulut yang dipanen secara tradisional. Melihat potensi tersebut, PT Pertamina <em>Asset 5 </em>Sangatta Field memberikan dukungannya dengan mengembangkan Program Kebun Kelulut Sangatta. Program Kebun Kelulut Sangatta memberikan bimbingan kepada Kelompok Trigona Reborn yang beranggotakan 25 orang penduduk setempat dalam budidaya lebah kelulut secara modern. Capaian program tersebut sejauh ini adalah terbangunnya eduwisata Kebun Kelulut di Desa Sangatta Selatan, inovasi paten sederhana alat panen madu <em>beeshave</em>, serta pendampingan pokdarwis dalam kegiatan budidaya dan pemasaran produk madu kelulut. Kajian ini memetakan bahwa Program Kebun Kelulut Sangatta memiliki aspek kebaruan, <em>core competency</em> serta sensitivitas terhadap krisis, terutama krisis ekonomi dan kesehatan yang disebabkan pandemi covid-19. Selain itu terdapat beberapa inovasi sosial yang dihasilkan yaitu: manfaat ekonomi, dengan adanya tambahan pendapatan bagi kelompok secara kolektif dan anggota kelompok dari hasil penjualan madu kelulut, manfaat kesehatan dimana madu kelulut mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan manusia serta manfaat ekologi dimana lebah kelulut memiliki peran penting dalam penyerbukan tanaman.</p> <p>Kata kunci: inovasi, budidaya, lebah kelulut, Desa Sangatta Selatan</p> 2022-10-09T22:18:16+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) https://jesl.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/43548 Integrasi Dan Dampak Program Pertanian Terpadu Sistem Inovasi Sosial Kelompok Setaria (Tante Siska) 2022-10-10T15:12:06+07:00 Jurnal CARE CARE care@careipb.or.id Agit Kriswantriyono kriswantriyono@apps.ipbac.id Elis Fauziyah elis.fauziyah@pertamina.com Sarah Dhea Pratiwi sarahdheea@gmail.com <p>Perkembangan industri pertambangan di Kecamatan Sangasanga selain membantu membuka lapangan kerja juga menimbulkan masalah lingkungan. Upaya penanganan persoalan pada sektor pertanian akibat adanya aktivitas tambang yang kurang berwawasan lingkungan di Kecamatan Sangasanga tidak dapat berjalan dengan optimal tanpa adanya sinergi pemangku kepentingan dalam satu visi untuk mengatasi persoalan pertanian diwilayah ini. Salah satu elemen pada sektor swasta yakni Pertamina EP Sangasanga Field, berupaya untuk mengatasi persoalan pertanian di Kecamatan Sangasanga melalui program pemberdayaan sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat. Program pemberdayaan ini dirumuskan dalam sektor pertanian dengan konsep inovasi sosial melalui Program Pertanian Terpadu Sistem Inovasi Sosial Kelompok Setaria (Program TANTE SISKA). Program ini dirancang untuk menangani persoalan utama berupa keberlanjutan kegiatan pertanian dan peningkatan kualitas lingkungan. Fokus utama pada Program TANTE SISKA meliputi pengembangan kegiatan pertanian yang berwawasan lingkungan dan pengolahan limbah secara integratif.&nbsp; Fokus kajian diarahkan kepada analisis siklus input-output beberapa unit produksi secara terintegrasi yang ada pada program TANTE SISKA sehingga menghasilkan <em>zero waste </em>dan meningkatkan nilai tambah pada produk yang dihasilkan dalam program tersebut.&nbsp; Disamping itu juga dilakukan analisis dampak program pada aspek ekonomi, sosial dan lingkungan sehingga dampak keberlanjutan program dapat terlihat.&nbsp; Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis keintegrasian program TANTE SISKA; (2) Menganalisis dampak program TANTE SISKA terhadap bidang sosial, ekonomi dan lingkungan, dan (3) Mendeskripsikan aspek kebaruan (<em>novelty</em>) program TANTE SISKA.&nbsp; Metode penelitian yang digunakan adalah analisis <em>life cycle</em> sederhana untuk melihat keintegrasian antar sistem produksi. Kemudian untuk menganalisis dampak lingkungan menggunakan metode yang digunakan oleh IPCC.&nbsp; Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi program TANTE SISKA telah terbukti mampu menghasilkan nilai tambah produk dan memberikan manfaat yang besar secara ekonomi, sosial dan lingkungan.</p> <p>Kata kunci : integrated farming, LCA, Pertamina EP Sangasanga, tante siska.</p> 2022-10-10T15:06:57+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) https://jesl.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/43635 Karawang Berseri: Program Pengembangan Masyarakat Untuk Peningkatan Keberdayaan Perempuan Dan Anak Di Kabupaten Karawang 2022-10-14T12:30:29+07:00 Jurnal CARE CARE care@careipb.or.id Wazirul Luthfi wazirul.luthfi@phm.pertamina.com Anggun Intan Permata Sari anggunintan11@gmail.com Alya Putri Mulyani alyatriyani@gmail.com Adi Firmansyah adifirman@apps.ipb.ac.id <p>Kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT masih banyak terjadi pada banyak rumah tangga di Indonesia, baik di perkotaan maupun pedesaan, termasuk di Karawang. Atas dasar tersebut PT Pertamina EP Tambun Field menginisasi program Karawang Berseri. Kajian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis peran yang dilakukan perusahaan dalam meminimalisasi KDRT melalui Program Karawang Berseri; (2) Menganalisis dampak Program Karawang Berseri, baik dari aspek sosial, ekonomi dan ekologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data primer yang digunakan diperoleh melalui observasi lapang, dan wawancara. Data sekunder berupa laporan kegiatan dan publikasi terkait program. Waktu pelaksanan kajian pada bulan Agustus 2022. Pelaksanaan penelitian dilakukan di lokasi pelaksanaan program di Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Berdasarkan hasil kajian, program ini telah memberikan manfaat, baik dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dampak ekonomi dapat dilihat dari tambahan pendapatan yang diperoleh komunitas. Peningkatan pendapatan kelompok berasal dari hasil penjualan sampah, <em>reseller</em> dan budidaya hidroponik dalam kurun waktu satu tahun untuk menunjang pembiayaan penanganan perempuan dan anak korban kekerasan. Dampak sosial terlihat dari penguatan kapasitas kelembagaan satgas Karawang Berseri. Dampak lingkungan dapat dilihat dari kegiatan pengelolaan sampah melalui Sedekah Sampah yang dilakukan Kelompok Satgas Karawang Berseri. Kunci keberhasilan program ini terletak pada model pemberdayaan partisipatif baik dalam perencanaan, pelaksanaan, implementasi, maupun monitoring dan evaluasinya. Pendekatan dialog untuk membangun kesadaran pada komunitas juga menjadi pendorong keberlanjutan program Karawang Berseri.</p> <p>Kata kunci: <em>CSR, </em><em>Karawang Berseri</em><em>, pemberdayaan masyarakat </em></p> 2022-10-14T12:29:42+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) https://jesl.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/43636 Pesona Subang: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Serat Daun Nanas Untuk Mendukung Zero Waste Farming 2022-10-14T12:37:58+07:00 Jurnal CARE CARE care@careipb.or.id Wazirul Luthfi wazirul.luthfi@phm.pertamina.com K. Hendra Permana Permanahendrakah@gmail.com Adi Firmansyah adifirman@apps.ipb.ac.id <p>Subang dikenal sebagai daerah penghasil nanas terbesar di Jawa Barat, atau sekitar 92% total produksi nanas Provinsi Jawa Barat. Subang memiliki lahan nanas produktif seluas 1.630 Ha dan mencatatkan hasil produksi sebesar 187.448,2 ton (BPS 2021). Besarnya produksi komoditas nanas yang dihasilkan di Subang, selain memunculkan dampak positif, juga menimbulkan dampak negatif berupa limbah daun nanas yang jumlahnya besar. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan serat daun nanas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data primer yang digunakan diperoleh melalui observasi lapang, dan wawancara. Data sekunder berupa laporan kegiatan dan publikasi terkait program. Waktu pelaksanaan kajian pada bulan Juli-Agustus 2022. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Desa Cikadu Kecamatan Cijambe. Berdasarkan hasil kajian, program ini telah memberikan manfaat, baik dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dampak ekonomi dapat dilihat dari tambahan pendapatan yang diperoleh masyarakat. Peningkatan pendapatan kelompok berasal dari hasil penjualan hasil pengolahan daun nanas. Dampak sosial terlihat dari penguatan kapasitas kelembagaan kelompok. Dampak lingkungan dapat dilihat dari jumlah limbah daun nanas yang terkelola. Kunci keberhasilan program ini terletak pada model pemberdayaan partisipatif baik dalam perencanaan, pelaksanaan, implementasi, maupun monitoring dan evaluasinya.</p> <p>Kata kunci: daun nanas, partisipatif, pemberdayaan masyarakat</p> 2022-10-14T12:37:57+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) https://jesl.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/43642 Keanekaragaman Hayati Di Kawasan Cagar Alam Gunung Burangrang Sebagai Program Konservasi Satwa Langka 2022-10-14T20:54:22+07:00 Jurnal CARE CARE care@careipb.or.id Wulan Tresnasari Gantini wulan.gantini@pertamina.com Adi Setiadi adi.setiadi@pertamina.com Muhammad Rifky Afqari Afqarir@gmail.com Muhammad Rezky Fadillah Rezky.fadillah@gmail.com Adi Firmansyah adifirman@apps.ipb.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis primata dan jenis tanaman yang ada di Kawasan Cagar Alam Gunung Burangrang (CAGB) yang merupakan lokasi program keanekaragaman hayati PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pembuatan jalur pengamatan (Transek) untuk data primata dan metode jalur transek dan petak kuadrat untuk data vegetasi. Berdasarkan hasil studi ditemukan 5 jenis primata di Kawasan Cagar Alam Gunung Burangrang dengan jenis yang mendominasi adalah Surili (Presbytis Comata) sebanyak 52 ekor. Berdasarkan Red-list IUCN terdapat jenis dengan kategori Endangered (EN) yaitu surili (Presbytis Comata), Owa Jawa (Hylobates Moloch) dan Lutung Jawa (Trachypithecus Auratus). Sedangkan berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 247/Kpts/Um/1979 serta berdasarkan UU No. 5 tahun 1990 dan tertuang dalam lampiran PP No. 7 tahun 1999, Surili adalah salah satu jenis primata endemik Jawa yang telah masuk ke dalam daftar satwa dilindungi sejak 5 April 1979. Hasil perhitungan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dan Indeks Kemerataan (E) pada kategori pohon di wilayah ini termasuk sedang dengan angka H sebesar 1. Maka dapat dikatakan potensi regenerasi pohon yang menjadi pohon pakan primata wilayah survei cukup baik, dimana sebanyak 15 spesies (35,71%) pohon memiliki sebaran strata pertumbuhan yang lengkap mulai dari semai, pancang tiang dan pohon. Dengan kondisi ini asumsi regenerasi hutan di wilayah survei masih berlangsung baik.</p> <p>Kata Kunci: surili, keanekaragaman hayati, cagar alam gunung burangrang</p> 2022-10-14T17:05:39+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) https://jesl.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/43643 Monitoring Keanekaragaman Tumbuhan Di Hutan Kota Ranggawulung 2022-10-14T17:25:57+07:00 Jurnal CARE CARE care@careipb.or.id Tiara Rahmawati tiaraequisetifolia@gmail.com Adi Firmansyah adifirman@apps.ipb.ac.id Widya Yulastri widya.yulastri@pertamina.com Aufan Asidqi aufanasd@gmail.com Valianto Rojulun Afif valiantorojuluna@gmail.com <p>Pembangunan hutan kota pada dasarnya dilakukan untuk kelestarian, keserasian dan keseimbangan ekosistem perkotaan. Sedangkan berdasarkan fungsinya, diharapkan hutan kota dapat memperbaiki dan menjaga iklim mikro, memiliki nilai estetika untuk kegiatan wisata masyarakat, daerah resapan air, menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota serta mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Hutan Kota Ranggawulung memiliki potensi yang besar dari sektor wisata untuk pengembangan ekonomi lokal, mengingat lokasinya yang strategis dan potensi keanekaragaman yang ada. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi keanekaragaman jenis tumbuhan yang ada di Hutan Kota Ranggawulung (HKR). Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2022 dengan jumlah untuk pengambilan data tumbuhan (flora). Metode pengambilan data menggunakan metode transek garis berpetak. Analisis vegetasi pada lokasi HKR menunjukan Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) semai dan tumbuhan bawah sebesar 3,39 dan pohon sebesar 2,97. Hasil tersebut menunjukkan kestabilan keanekaragaman flora pada semai dan tumbuhan bawah serta penurunan keanekaragaman pohon di Blok HKR. Kondisi indeks keanekaragaman hayati di Blok Buper Ranggawulung pada tahun 2022 menjadi 3,54 untuk semai dan tumbuhan bawah yang artinya meningkat dan 2,63 untuk tingkat pertumbuhan pohon yang artinya menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Hasil eksplorasi menunjukkan terdapat 81 jenis yang terdapat di Blok HKR dan 71&nbsp; jenis yang terdapat di Blok Buper Ranggawulung. Hasil analisis vegetasi menunjukkan secara umum terdapat 120 jenis tumbuhan di kawasan HKR. Beberapa jenis yang memiliki status konservasi penting antara lain angsana (<em>Pterocarpus indicus</em>) memiliki status terancam punah <em>(Endangered</em>), serta mahoni daun lebar (<em>Swietenia macrophylla</em>), dan mahoni daun kecil (<em>Swietenia mahagoni</em>) memiliki status Appendix II.</p> <p>Kata Kunci : Berkelanjutan, Keanekaragaman hayati, Hutan Kota Ranggawulung</p> 2022-10-14T17:25:55+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) https://jesl.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/43666 Peran Sistem Biocyclo Farming Pada Program Kerja Tani Berdikari Dan Tahan Pangan 2022-10-16T19:23:21+07:00 Jurnal CARE CARE care@careipb.or.id Yulia Puspadewi Wulandari yuliawulandari@apps.ipb.ac.id Adi Firmansyah adifirman@apps.ipb.ac.id Isyfi Syaufi Nafilah Isyfisyaufi@gmail.com <p>Selama turun temurun usaha pertanian padi sawah dan budidaya komoditas hortikultura menjadi tumpuan hidup petani Desa Cidenok dan Bongas Wetan. Pengenalan <em>biocyclo farming </em><em>system</em> ditujukan memperkenalkan masyarakat pada usaha pertanian yang berorientasi bisnis dan ramah lingkungan. Kajian ini bertujuan 1) memberikan gambaran inovasi <em>bicyclo farming</em> dalam program Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan (Jari Tangan), 2) mengukur dampak inovasi biocyclo farming, 3) memberikan rekomendasi pengembangan program Jari Tangan. Metode analisis yang ddilakukan&nbsp; meliputi aspek kebaruan inovasi, <em>core competency</em>, status inovasi dan dampak yang diberikan. Hasil kajian menunjukkan implementasi bicyclo farming pada program jari tangan dilakukan melalui pemanfaatan limbah pertanian dan sampah rumah tangga menjadi input pertanian, optimalisasi pemanfaatan lahan kosong, pengembangan sistem pertanian berorientasi bisnis. Dampak ekonomi dari program antara lain diashilkannya beberapa produk organik yang membuka peluang tambahan bagi kelompok sebesar Rp 30,086,850. Dampak sosial program dapat diukur melalui terbentuknya kelembagaan baru, temabahan ilmu pengetahuan dan keterampilan, meningkatnya kohesivitas masyarakat. Dampak lingkungan yang dirasakan berupa pemanfaatan limbah pertanian dan sampah rumah tangga serta optimalisasi pemanfaatan lahan kosong.</p> <p>Kata Kunci : pertanian, biocyclo farming, Bongas Wetan, Cidenok</p> 2022-10-16T19:23:18+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) https://jesl.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/43667 Inovasi Abon Ikan Lele Daun Kelor Sebagai Upaya Dalam Membantu Pengentasan Kasus Gizi Kurang Di Jakarta Utara 2022-10-16T19:50:12+07:00 Jurnal CARE CARE care@careipb.or.id Ulfah Mubarokah ulfahmubarokah@gmail.com Sumardi sumardi1@pertamina.com <p>Mencermati permasalahan kasus gizi kurang di Provinsi DKI Jakarta khusunya di Jakarta Utara, PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Jakarta berkomitmen untuk membantu masalah gizi tersebut sebagai upaya pemberdayaan kepada masyarakat khususnya kepada para ibu rumah tangga dan ibu balita gizi kurang melalui kelompok pengolahan pangan ikan SULE (Semua Unsur Lele). Tahun 2022 ini, kelompok didampingi perusahaan berinovasi membuat olahan pangan berupa abon lele yang ditambahkan daun kelor. Tujuan dari kajian ini adalah 1) memaparkan program olahan serba lele khususnya pada inovasi pembuatan abon ikan lele dan daun kelor; 2) menganalisa aspek kebaruan, core competency, sensitivitas terhadap krisis, inovasi sosial dan efektivitas dari program tersebut bagi masyarakat dan 3) menyusun rekomendasi bagi keberlanjutan manfaat program di masa mendatang. Metode analisis yang ddilakukan&nbsp; meliputi aspek kebaruan inovasi, <em>core competency</em>, status inovasi dan dampak yang diberikan. Inovasi sosial yang lahir dari kelompok adalah adanya olahan pangan baru yang kaya akan gizi yakni abon ikan lele dengan penambahan daun kelor yang sangat bermanfaat tidak hanya untuk kandungan gizinya juga untuk lingkungan. Program ini memberikan manfaat ekonomi sebesar Rp. 810.000,-/bulan atau Rp. 9.720.000 tahun pada saat produk belum ditambahkan abon ikan lele daun kelor. Adanya produk baru tentunya memberikan tambahan pendapatan sebesar Rp.60.000 per bulan. Olahan abon ikan lele dan daun kelor ini adalah kombinasi yang tepat dimana kedua bahan tersebut mampu memenuhi kebutuhan protein anak balita sesuai umurnya dari 0-6 tahun dimana kandungan protein pada abon ikan lele sebesar 26,50 gr dan kandungan protein pada daun kelor serbuk 27 gr, sehingga telah memenuhi kebutuhan perkategori usianya yang hanya mencapai 25 gr. Kegiatan pengolahan limbah ikan lele menjadi olahan pangan, berpotensi mengurangi dampak emisi yang dihasilkan dari limbah tulang dan kulit ikan khususnya terhadap emisi CH<sub>4</sub> sebesar 0,51 ton CO<sub>2</sub>eq/tahun dan CO<sub>2</sub> sebesar 0,2 ton/tahun.</p> <p>Kata Kunci : abon, ikan lele, daun kelor, gizi kurang</p> 2022-10-16T19:50:09+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) https://jesl.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/43668 Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Madu Sari Alam Di Desa Tanah Datar, Muara Badak, Kutai Kartanegara 2022-10-16T20:11:45+07:00 Jurnal CARE CARE care@careipb.or.id Adi Firmansyah adifirman@apps.ipb.ac.id Naomi Shinta Pasila naomi.pasila@pertamina.com Husnawati Djabbar husnadjabbar91@gmail.com <p>Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari program pemberdayaan masyarakat melalui inovasi Madu Sari Alam di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara ini bagi kehidupan masyarakat sekitar, baik dari aspek sosial, ekonomi dan ekologi. Waktu pelaksanaan kajian pada bulan Agustus-September 2022. Pelaksanaan penelitian dilakukan di lokasi pelaksanaan program di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini mempergunakan metode penelitian kualitatif (deskriptif). Ada dua jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Data primer yang digunakan diperoleh melalui observasi lapang, dan wawancara. Hasil kajian menunjukkan bahwa program pemberdayaan berbasis inovasi madu sari alam ternyata telah memberikan manfaat, baik dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dampak ekonomi dapat dilihat dari tambahan pendapatan yang diperoleh anggota kelompok. Peningkatan pendapatan kelompok berasal dari hasil penjualan madu, baik secara online maupun offline. Dampak sosial terlihat dari penguatan kapasitas kelembagaan kelompok, peningkatan kohesivitas kelompok dan kontribusi dalam pengurangan kemiskinan. Manfaat sosial lainnya adalah dalam hal kontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat karena penyediaan pangan sehat/madu. Dampak lingkungan dapat dilihat dari penanaman pohon sehingga mampu mengurangi emisi. Faktor keberhasilan program ini terletak pada pemberdayaan secara partisipatif baik dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Pendekatan dialog untuk membangun kesadaran pada komunitas juga menjadi pendorong kemandirian kelompok.</p> <p><em>Kata kunci: inovasi, lebah kelulut, madu sari alam</em></p> 2022-10-16T20:11:42+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE)