Pemodelan Sebaran Genangan Banjir Menggunakan HEC-RAS di Sub DAS Cisadane Hilir

Flood Inundation Modelling Using HEC-RAS in the Cisadane Hilir Sub-watershed

Keywords: DEMNAS, HEC-GeoRAS, periode ulang, sentinel-1A

Abstract

Sungai Cisadane berpotensi menimbulkan banjir di Tangerang, khususnya Bendungan Pasar Baru hingga Jembatan Kedaung. Hal ini disebabkan oleh penyempitan aliran dan pendangkalan sungai di hilir, serta perubahan penggunaan lahan di sepanjang bantaran Sungai Cisadane. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi, kedalaman, dan sebaran genangan air menggunakan model aliran permanen keluaran HEC-RAS (1D) pada tanggal 26 Februari 2020 dan untuk debit dengan periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Pemodelan terdiri dari 3 tahap yaitu pre-processing, running model HEC-RAS, dan post-processing. Hasilnya menunjukkan banjir pada 26 Februari 2020 melanda hingga 11 kelurahan. Kedalaman dan luasan wilayah terdampak terbesar terjadi di Desa Kedaung Barat dengan luas genangan 3,41 ha (0,01% dari luas desa). Kedalaman dan luas banjir masing-masing meningkat 0,1-0,2 m dan 20-50 ha seiring dengan bertambahnya periode ulang debit. Keakuratan keluaran model hanya 32%. Ketidakakuratan hasil model disebabkan penggunaan data DEM resolusi rendah sebagai input model.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Fustos I, Abarca-del-Rio R, Ávila A, Orrego R. A simple logistic model to understand the occurrence of flood events into the Biobío River Basin in central Chile. Journal Flood Risk Management. 2017. 10(1):17–29.

Saksena S, Merwade V. Incorporating the effect of DEM resolution and accuracy for improved flood inundation mapping. Journal of Hydrology. 2015. 530:180–194.

Cook A, Merwade V. Effect of topographic data, geometric configuration and modeling approach on flood inundation mapping. Journal of Hydrology. 2009. 377(1–2):131–142.

Istarto. Simulasi Aliran 1-Dimensi dengan Bantuan Paket Program Hidrodinamika HEC-RAS: Modul Pelatihan. Yogyakarta (ID): FT UGM. 2014.

Horritt MS, Bates PD. Evaluation 1D and 2D numerical models for predicting river flood inundation. Journal of Hydrology. 2006. 268:87-99

Matondang J P. Analisis zonasi daerah renran banjir dengan pemanfaatan sistem informasi geografis. Jurnal Geodesi Undip. 2013. 2(2):103-113.

Asdak. Hidrologi dan Pengolahan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta (ID) : Gajah Mada University Press. 1995.

Sudiar N. Model pembangkir data curah hujan: studi kasus stasiun simpang alai kota padang. Jurnal Sainstek. 2015. 2:167-175.

Fallo, J.O., A. Setiawan, B. Susanto. Uji normalitas berdasarkan metode Anderson-Darling, Cramer-Von Mises dan Lilliefors menggunakan metode Bootstrap, Prosiding, Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika FMIPA UNY, 9 November 2013.

Soewarno. Hidrologi: Aplikasi Metode Statistik Untuk Analisa Data. Bandung (ID): Nova. 1995.

Rau M I. Evaluation of flood modelling using online visual media: case study of Ciliwung River at situ gede, Bogor city, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 2016. doi: 10.1088/ 1755-1315/ 622/1/ 012041

Cahyanti, Santikayasa. Analisis sebaran banjir berdasarkan sekenario periode ulang debit (studi kasus: sub das citarum hilir). Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana. 2017. 8(1):21-31

Bales JD, Wagner CR. Sources of uncertainty in flood inundation maps. J. Flood Risk Manag. 2009. 2:139–147.

Published
2022-07-29
How to Cite
1.
Sholikha DEZ, Sutoyo S, Rau MI. Pemodelan Sebaran Genangan Banjir Menggunakan HEC-RAS di Sub DAS Cisadane Hilir : Flood Inundation Modelling Using HEC-RAS in the Cisadane Hilir Sub-watershed. J-Sil [Internet]. 2022Jul.29 [cited 2022Dec.3];7(2):147-60. Available from: https://jesl.journal.ipb.ac.id/index.php/jsil/article/view/40115
Section
Research Articles

Most read articles by the same author(s)