STRATEGI OPTIMALISASI PENGELOLAAN DANA PERIMBANGAN DI INDONESIA

Ahmad Nurkhayat, Muhammad Firdaus, Sri MUlatsih

Abstract


ABSTRACT

Balanced Fund is a part of the fund transfers by the central government to the regional government in implementing fiscal decentralization. The aims of this policy are to: (1) reduce the inequality of funding sources between central and regional governments (vertical imbalance), and the inter-regional imbalance (horizontal imbalance), (2) reduce public service gap among regions. The objectives of this study are to (1) describe the implementation of Balanced Fund in Indonesia, (2) analyze the effects of Balanced Fund on economic growth, (3) formulate optimization strategy of Balanced Fund management in Indonesia. This study used descriptive analysis,panel data regression analysis, and SWOT analysis. Descriptive analysis indicates that Balanced Fund has not been able to optimize equitable regional distribution of financial capability, particularly for regencies and cities. Panel data regression analysis shows that General Allocation Fund and Special Allocation Fund have positive effects on economic growth, except in Banten in which Special Allocation Fund has no effects. Meanwhile, Revenue Sharing Fund results in negative effects on economic growth, except in East Java in which it has no effects. SWOT analysis formulates eight alternative strategies which may be implemented by the Central Government in optimizing the Balanced Fund management.

Keywords: General Allocation Fund, panel data, Revenue Sharing Fund, Special Allocation Fund, SWOT

ABSTRAK

Dana Perimbangan merupakan bagian dari dana transfer Pemerintah Pusat kepada PemerintahDaerah. Dana ini bertujuan:(1) mengurangi ketimpangan sumber pendanaan antara pusat dan daerah (vertical imbalance), dan ketimpangan antar daerah (horizontal imbalance), dan (2) mengurangi kesenjangan layanan publik antar daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan implementasi Dana Perimbangan di Indonesia, (2) menganalisis pengaruh Dana Perimbangan terhadap pertumbuhan ekonomi, dan (3) merumuskan strategi optimalisasi pengelolaan Dana Perimbangan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisa deskriptif, analisis regresi data panel, dan analisis SWOT. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa Dana Perimbangan belum sepenuhnya mampu menciptakan pemerataan kemampuan keuangan daerah terutama untuk wilayah kabupaten dan kota. Analisis regresi data panel digunakan untuk menganalisis pengaruh Dana Perimbangan terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi-provinsi di Indonesia. Analisis ini menunjukkan bahwa DAU dan DAK memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, dan DBH berpengaruh negatif. Hasil analisis SWOT merumuskan delapan alternatif strategi yang dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat dalam rangka optimalisasi pengelolaan Dana Perimbangan.

Kata kunci : Dana Alokasi Umum, data panel, Dana Revenue Sharing, Dana Alokasi Khusus, SWOT


Full Text:

PDF

References


Barro RJ. 1990. Government Spending in a Simple Model of Endogeneous Growth. The Journal of Political Economy.98(5):S103-S125.

[DJPK] Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. 2012. Laporan Monitoring dan Evaluasi Dana Perimbangan 2012. Jakarta (ID): DJPK.

[DJPK] Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. 2013. Pengelolaan DAK: Kondisi dan Strategi Ke Depan. Jakarta (ID): DJPK

[DJPK] Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. 2014. Laporan Monitoring dan Evaluasi Pembiayaan Daerah 2014. Jakarta (ID): DJPK

[DJPK] Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. 2015. Kajian Dampak Desentralisasi Fiskal Terhadap Perekonomian Daerah. Jakarta (ID): DJPK

Firdaus M. 2011.AplikasiEkonometrika Untuk Data Panel dan Time Series. Bogor (ID): IPB Press.

Husna A, Sofia M. 2013. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan terhadap Pertumbuhan Ekonomi dalam Penegmbangan Wilayah Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. JEMI. 4(2):1-12.

Iimi A.2005. Decentralization and Economic Growth Revisited: an Empirical Note. Journal of Urban Economics.57:449-461.

Im T.2010. Does Decentralization Reform Always Increase Economic Growth?: A Cross Country Comparison on the Performance. International Journal of Public Administration.33:508-520.

Mardiasmo. 2002. Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta (ID): Penerbit Andi.

Martinez-Vazquez J, McNab RM. 2003. Fiscal Decentralization and Economic Growth. World Development.31(9):1597-1616.

Maryati U, Endrawati. 2010. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap Pertumbuhan Ekonomi: Studi Kasus Sumatera Barat. Jurnal Akuntansi & Manajemen. 5(2):68-84.

Prasetyo RB, Firdaus M. 2009. Pengaruh Infrastruktur Pada Pertumbuhan Ekonomi Wilayah di Indonesai. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan. 2(2):222-236.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bisnis. Bandung (ID): CV Alfabeta.

Tiebout CM. 1956. A Pure Theory of Local Expenditures.The Journal of Political Economy.64(5):416-424.

Tuasikal A. 2008. Pengaruh DAU, DAK, PAD, dan PDRB terhadap Belanja Modal Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Indonesia. JurnalTelaah & Riset Akuntansi.1(2):142-155.

[UU]Undang-Undang Nomor 18 tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017.

Word Bank. 2010. Laporan Penelitian Dana Transfer Pusat ke Daerah: Penyempurnaan Grand Design Desentralisasi Fiskal. Jakarta (ID): Word Bank.

Xie D, Zou Hf,Davoodi H. 1999. Fiscal Decentralization and Economic Growth in the United States. Jurnalof Urban Economics.45:228-239.

Zhang T, Zou Hf. 1998. Fiscal Decentralization, Public Spending, and Economic Growth in China. Jurnalof Public Economics.67:221-240




DOI: http://dx.doi.org/10.29244/jurnal%20mpd.v10i1.22705

Refbacks

  • There are currently no refbacks.