Sinergi Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan Melalui Inovasi Maggot

  • Jurnal CARE CARE Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment, Bogor Agricultural University

Abstract

Produksi sampah di Kota Bekasi mencapai sekitar 1.800 ton setiap hari, dari jumlah tersebut baru 900 ton yang bisa diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan sisanya  belum dikelola dan berpotensi mencemari lingkungan. Temuan SWI menyebutkan jenis sampah yang paling banyak dihasilkan adalah sampah organik sebanyak 60 persen. Strategi pengelolaan sampah yang paling efektif adalah mengelola sampah dari sumbernya. Salah satu sumber penghasil sampah adalah rumah tangga.  Aktivitas rumah tangga setiap harinya turut menyumbang limbah yang cukup signifikan. Atas dasar tersebut PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field pun hadir dalam rangka pendampingan kelompok pengelola sampah organik melalui biokonversi menggunakan Black Soldier Fly (BSF) atau maggot. Berdasarkan hasil kajian, penggunaan larva BSF sebagai pengolah sampah organik merupakan suatu peluang yang menjanjikan, karena BSF mempunyai kecepatan dalam mengurai sampah organik, juga larva BSF yang dipanen tersebut dapat berguna sebagai sumber protein untuk pakan hewan (ternak), sehingga dapat menjadi pakan alternatif pengganti pakan pabrik. Inovasi program CSR Pertamina EP Tambun Field adalah mensinergikan program budidaya maggot, budidaya toga dan perikanan. Program ini telah mempu mengurangi pelepasan gas CH4 ke udara sebesar 600 kg gas CH4 dan 1.655 kg gas CH4 pada tahun 2020. Program ini juga dapat mengurangi emisi CO2 sebesar 14,7 ton pada tahun 2019, dan pada tahun 2020 pengurangan emisi CO2 menjadi 40,55 ton.

Kata kunci: biokonversi maggot, sinergi inovasi, sampah organik, emisi

Published
2020-09-29
How to Cite
CARE, J. C. (2020). Sinergi Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan Melalui Inovasi Maggot. Jurnal Resolusi Konflik, CSR Dan Pemberdayaan (CARE), 5(1), 63-70. Retrieved from http://jesl.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/32683

Most read articles by the same author(s)