Keanekaragaman Hayati Di Kawasan Mangrove Pantai Mekar Sebagai Modal Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat

  • Jurnal CARE CARE Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment, Bogor Agricultural University
  • Adi Firmansyah

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis burung dan vegetasi mangrove yang ada di kawasan mangrove Pantai Mekar yang merupakan lokasi program keanekaragaman hayati PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode daftar jenis MacKinnon dan Titik Hitung (Point Count) untuk data burung dan metode plot sampling untuk vegetasi mangrove. Berdasarkan hasil studi ditemukan 32 jenis burung di Kawasan Mangrove Pantai Mekar dengan jenis yang mendominasi adalah Kuntul kecil (Egretta garzetta) dengan nilai indeks dominansi sebesar 14.34. Indeks keanekaragaman burung (H’) sebesar 2,84, indeks kekayaan (Dmg) sebesar 5,61 dan indeks kemerataan (E) sebesar 0,82. Berdasarkan Red-list IUCN terdapat jenis dengan kategori Endangered (EN) yang juga termasuk dalam Appendix I CITES yaitu Bangau bluwok (Mycteria cinerea) dan satu jenis lainnya yaitu Pecukular asia (Anhinga melanogaster) yang termasuk dalam Red-list IUCN dengan kategori Near Threatened (NT). Sedangkan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 Tahun 2018 terdapat 4 jenis yang dilindungi yaitu Pecukular asia (Anhinga melanogaster), Cangak laut (Ardea sumatrana), Bangau bluwok (Mycteria cinerea), Ibis rokoroko (Plegadis falcinellus). Hasil perhitungan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dan Indeks Kemerataan (E) pada kategori pohon pada vegetasi mangrove di Kawasan Mangrove Desa Pantai Mekar, Muara Gembong ternyata mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Hal tersebut disebabkan oleh adanya proses suksesi komunitas menuju tahap ekosistem yang lebih stabil.

Kata kunci: bungau bluwok, keanekaragaman hayati, mangrove

Author Biography

Adi Firmansyah

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis burung dan vegetasi mangrove yang ada di kawasan mangrove Pantai Mekar yang merupakan lokasi program keanekaragaman hayati PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode daftar jenis MacKinnon dan Titik Hitung (Point Count) untuk data burung dan metode plot sampling untuk vegetasi mangrove. Berdasarkan hasil studi ditemukan 32 jenis burung di Kawasan Mangrove Pantai Mekar dengan jenis yang mendominasi adalah Kuntul kecil (Egretta garzetta) dengan nilai indeks dominansi sebesar 14.34. Indeks keanekaragaman burung (H’) sebesar 2,84, indeks kekayaan (Dmg) sebesar 5,61 dan indeks kemerataan (E) sebesar 0,82. Berdasarkan Red-list IUCN terdapat jenis dengan kategori Endangered (EN) yang juga termasuk dalam Appendix I CITES yaitu Bangau bluwok (Mycteria cinerea) dan satu jenis lainnya yaitu Pecukular asia (Anhinga melanogaster) yang termasuk dalam Red-list IUCN dengan kategori Near Threatened (NT). Sedangkan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 Tahun 2018 terdapat 4 jenis yang dilindungi yaitu Pecukular asia (Anhinga melanogaster), Cangak laut (Ardea sumatrana), Bangau bluwok (Mycteria cinerea), Ibis rokoroko (Plegadis falcinellus). Hasil perhitungan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dan Indeks Kemerataan (E) pada kategori pohon pada vegetasi mangrove di Kawasan Mangrove Desa Pantai Mekar, Muara Gembong ternyata mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Hal tersebut disebabkan oleh adanya proses suksesi komunitas menuju tahap ekosistem yang lebih stabil.

Kata kunci: bungau bluwok, keanekaragaman hayati, mangrove

Published
2020-09-29
How to Cite
CARE, J. C., & Firmansyah, A. (2020). Keanekaragaman Hayati Di Kawasan Mangrove Pantai Mekar Sebagai Modal Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat. Jurnal Resolusi Konflik, CSR Dan Pemberdayaan (CARE), 5(1), 43-51. Retrieved from http://jesl.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/32678

Most read articles by the same author(s)