Studi Biodiversitas Burung Air Dan Hutan Mangrove Sebagai Potensi Ekowisata Di Bagan Percut, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatra Utara

  • Jurnal CARE CARE Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment, Bogor Agricultural University

Abstract

Pesisir timur Sumatra Utara merupakan kawasan yang memiliki panjang lebih dari 300 km yang menyediakan berbagai tipe habitat lahan basah, baik alami dan buatan. Sejak tahun 1970an hingga 2000an kawasan hutan mangrove alami telah mengalami deforestasi dan berubah menjadi kawasan menjadi kawasan yang dimodifikasi manusia. Ekowisata merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan dalam upaya pelestarian kawasan hutan mangrove serta satwa liar yang terkandung didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan potensi satwa liar khususnya burung air serta hutan mangrove sebagai objek wisata ekowisata di Bagan Percut. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus dan September 2020 di kawasan hutan mangrove Bagan Percut dengan metode “line transect” dan “Concentration Count” untuk pengambilan data burung air dan pengambilan data mangrove menggunakan metode “Spot Check”. Berdasarkan pengamatan didapatkan 27 jenis burung air (burung air penetap 7 jenis dan migran 20 jenis) dengan jumlah total sebanyak 3811 individu. Tiga belas jenis diantaranya merupakan burung yang dilindungi di Indonesia, diantaranya Bangau Bluwok, Bangau Tongtong, kelompok burung Gajahan dan burung Daralaut. Selain itu, terdapat dua jenis burung yang terancam punah kategori “Endangered”, yaitu Bangau Bluwok dan Kedidi Besar. Berdasarkan pengamatan vegetasi mangrove didapatkan jenis yang mendominasi adalah Avicennia marina dengan 106 individu dengan total karbon tersimpan sebesar 108,71 ton/ha. Kawasan Bagan Percut berpotensi untuk dijadikan ekowisata pengamatan burung dan edukasi mangrove, untuk itu penting dilakukan pengamatan burung air yang berkelanjutan setidaknya dalam kurun waktu satu tahun agar dinamika populasi dan jenis burung dapat tercatat dengan lebih baik. Selain itu, penting dilakukan analisis ekonomi, sosial dan budaya masyarakat lokal untuk mengetahui perspektif masyarakat terhadap ekowisata burung di kawasan tersebut.

Kata kunci; Burung Air, Hutan Mangrove, Potensi Ekowisata, Sumatra Utara.

Published
2020-09-29
How to Cite
CARE, J. C. (2020). Studi Biodiversitas Burung Air Dan Hutan Mangrove Sebagai Potensi Ekowisata Di Bagan Percut, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatra Utara. Jurnal Resolusi Konflik, CSR Dan Pemberdayaan (CARE), 5(1), 30-42. Retrieved from http://jesl.journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalcare/article/view/32634

Most read articles by the same author(s)